← Semua Artikel

15 Agustus 2026

Colliers Indonesia: Kawasan Industri Jabodetabek Tetap Kompetitif di Era Digital

Colliers Indonesia: Kawasan Industri Jabodetabek Tetap Kompetitif di Era Digital

Prospek Kawasan Industri Jabodetabek Tetap Kuat

Kawasan industri di wilayah Jabodetabek masih memiliki fundamental yang kuat meskipun iklim investasi berlangsung selektif. Pasar kawasan industri Jabodetabek masih menunjukkan aktivitas, meski investor semakin selektif dalam menentukan lokasi dan jenis investasi. Total penyerapan lahan industri di kawasan Jabodetabek sepanjang kuartal II 2026 mencapai sekitar 37 hektare.

Pasar Kawasan Industri Bergeser ke Transaksi Berbasis Nilai

Pasar kawasan industri di Indonesia tengah mengalami transisi dari transaksi yang berorientasi pada volume menuju transaksi berbasis nilai. Investor tidak lagi semata-mata mempertimbangkan luas lahan yang tersedia, tetapi semakin memperhatikan kualitas kawasan, kesiapan infrastruktur, utilitas, konektivitas, serta kepastian operasional dalam jangka panjang.

  • Sejumlah sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang diperkirakan menjadi penopang permintaan kawasan industri di Jabodetabek, seperti:
  • Pusat data (data center)
  • Logistik
  • Industri terkait kendaraan listrik (EV)
  • Elektronik
  • Fast-moving consumer goods (FMCG)
  • Layanan kesehatan
  • Ekspansi yang dilakukan oleh penyewa kawasan industri yang telah beroperasi

Manufaktur Padat Karya Masih Selektif

Sektor industri manufaktur padat karya dan berorientasi ekspor masih mengambil sikap lebih hati-hati. Investor mengevaluasi daya saing regional, biaya operasional, serta kepastian kebijakan sebelum memutuskan melakukan ekspansi dalam skala besar. Pengembang kawasan industri perlu menyesuaikan strategi agar tetap kompetitif di tengah perubahan kebutuhan investor.

  • Faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh pengembang kawasan industri adalah:
  • Pasokan listrik yang memadai
  • Infrastruktur yang tersedia dan memadai
  • Konektivitas

Indonesia Hadapi Persaingan dengan Vietnam

Indonesia menghadapi persaingan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, salah satunya Vietnam. Faktor-faktor yang akan memengaruhi persaingan kawasan industri Indonesia dan Vietnam antara lain kepastian kebijakan, sentimen investor, kepercayaan investasi, serta kesesuaian lokasi dengan kebutuhan masing-masing sektor usaha.

  • Keunggulan kompetitif Indonesia antara lain:
  • Ketersediaan skala pasar domestik
  • Koridor industri strategis
  • Ekonomi digital yang terus berkembang

Infrastruktur dan Listrik Jadi Faktor Kunci

Peluang Indonesia untuk mempertahankan daya tarik investasi kawasan industri perlu diikuti dengan perbaikan sejumlah faktor fundamental. Konsistensi regulasi, ketersediaan infrastruktur, serta pasokan listrik menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya saing kawasan industri nasional.

Tertarik dengan properti di Yogyakarta?

Lihat katalog rumah, villa, dan kavling siap huni dari TSA.

Jelajahi Katalog Properti